/ default

Opini
Dr. Rusdin T., Universitas Pajajaran


Manfaat Pemahaman Tentang Pasar Modal
| 53 views

| |

Pergerakan harga saham pada dasarnya dipengaruhi oleh teori ekonomi yang paling dasar, yaitu hukum permintaan dan penawaran. Harga saham akan naik jika semakin banyak pihak ingin membeli suatu saham, sedangkan harga akan turun jika yang terjadi adalah sebaliknya. Jadi sebenamya harga saham ditentukan oleh investor yang bertransaksi di pasar modal dan harga tersebut sekaligus mewakili pendapat kebanyakan investor.

Sebagai suatu konsensus, harga saham mencerminkan ekspektasi investor. Jika ada orang yang menjual saham dengan harga Rp 1.000 dan ada yang membeli dengan harga yang sama, maka menurut para investor harga pasar wajamya adalah Rp 1.000. Pembeli/investor saham menganggap dia akan mendapatkan keuntungan dari pembelian saham dan dia pasti berharap harga saham itu akan naik. Sementara orang yang menjual berharap saham itu akan turun sehingga bisa membeli lagi dengan harga yang lebih murah.

Hal ini menunjukkan bahwa selain mencerminkan konsensus para investor, harga saham juga mencerminkan ekspektasi mereka. Meskipun harga ini adalah konsensus dan ekspektasi pasar, bukan berarti harga saham tidak bisa berubah. Harga saham bisa berubah setiap saat karena ekspektasi para investor berubah sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan. Faktor persepsi menjadi masalah yang krusial dalam perdagangan saham, di mana informasi yang sama bisa menghasilkan keputusan transaksi yang berbeda karena cara pandang yang berbeda.

Menurut Murphy (1999) dan Luca (2000) terdapat tiga asumsi/anggapan dasar dalam analisis teknis, yaitu:

Market Price Discounts Evervthine

Pengguna analisis ini percaya bahwa semua peristiwa bisa berpengaruh terhadap harga saham. Kejadian atau peristiwa tersebut akan tercermin pada harga sahamnya. Hal itu terjadi karena harga pasar saham tersebut secara alami ditentukan oleh permintaan dan penawaran para pelaku pasar. Peristiwa yang dimaksud tersebut bukan hanya aspek fundamental, tetapi juga aspek politik, keamanan, psikologi pasar, dan aspek lain baik yang bersifat ekonomis maupun nonekonomis. Jika mayoritas investor memilik persepsi yang buruk terhadap suatu saham dalair suatu waktu, maka saham akan turun. Demikian juga sebaliknya, harga saham akan naik jika mayoritas investor memiliki persepsi yang baik. Sebagai konsekuensinya, analis tidak akan memperhatikan alasan mengapa harga naik atau turun tetapi hanya mempelajari perubahan harga pada market saja. Kondisi ini dinyatakan dengan ungkapan lama yang terkenal di Wall Street, yaitu "sell on good news". Kondisi tersebut terjadi karena harga yang ada di market telah merefleksikan berita tersebut sehingga kenaikan harga yang terjadi akan terbatas.

 

Price moves in trend

Harga saham akan bergerak dalam suatu tren. Prinsip dasar dalam penggunaan analisis teknis adalah jangar pemah mengambil keputusan transaksi yang melawar tren harga. Pengguna analisis ini percaya bahwa semua informasi tercermin pada harga pasar saham, sehingga tren tersebut menunjukkan sikap para pelaku pasar/investor atas suatu saham. Tren turun menunjukkan mayoritas pelaku pasar mengharapkan saham tersebut turun, dan sebaliknya. Semakin banyak pelaku pasar menginginkan saham tersebut (keinginan ini dipicu oleh berbagai informasi, baik informasi finansial maupun non-finansial), permintaan akan naik dan akan berakibat pada harga saham yang juga naik. Dalam kondisi tersebut jangan pernah mencoba mengambil keputusan yang melawan kehendak pasar. Sekali lagi tren adalah pencerminan dari keinginan pasar. Pahami tren yang ada dan ikuti kemana tren tersebut akan bergerak agar kita bisa memanfaatkan pergerakan harga tersebut untuk meningkatkan hasil investasi.

Data historis dapat digunakan untuk memprediksikan data/harga saham di masa mendatang. Hal ini diyakini oleh pengguna analisis ini mengingat adanya factor psikologis para pelaku pasar yang secara umum bersifat konstan. Maksudnya adalah manusia cenderung bereaksi terhadap sesuatu dengan cara yang sama.

Misalnya, jika terjadi kecelakaan pesawat terbang maka akan ada kecenderungan pada masyarakat takut untuk bepergian menggunakan pesawat terbang. Namun kecemasan tersebut hanya terjadi selama beberapa saat saja. Setelah beberapa waktu, mereka melupakannya dan lupa terhadap kecemasan tersebut. Dalam bursa saham, hal ini bisa dilihat ketika terjadi peledakan bom di suatu tempat yang strategis atau penting, misalnya gedung BEJ di Jakarta atau gedung World Trade Center (WTC) di USA, maka harga saham akan turun secara drastis. Penurunan ini sebenarnya terjadi karena adanya panic selling atau kepanikan investor yang berlebihan sehingga mereka menjual saham tanpa banyak pertimbangan. Namun setelah beberapa waktu, mereka sadar bahwa harga sudah turun terlalu jauh (sangat murah), maka mereka mulai membeli dan harga akan kembali ke dalam kondisi normal.

Di pasar modal terdapat berbagai macam informasi, seperti laporan keuangan, kebijakan manajemen, rumor di pasar modal, prospektus, saran dari broker, dan informasi lainnya. Manakah di antara jenis informasi tersebut yang paling diminati? Jawabannya adalah tidak pasti. Hasil berbagai survey dan penelitian empiris yang dilakukan di berbagai Negara memberikan kesimpulan yang berbeda, sehingga belum ada kesepakatan umum tentang kesimpulan survei tersebut.

Karena belum adanya generalisasi atas kesimpulan tersebut maka banyak pendapat yang menyatakan bahwa untuk Analisis Teknikal Modern pada Perdagangan Sekuritas berinvestasi saham tidak membutuhkan alat analisis apapun kecuali kebiasaan dan belajar dari kegagalan (atau kerugian). Banyak investor menganggap bahwa "sekolah main saham" adalah sekolah dengan biaya yang tinggi, dimana "biaya sekolahnya" adalah kerugian investasi. Apakah ini benar?

Jika dianalogikan, bursa saham ibarat medan peperangan, maka sejatinya harus berhadapan dan "berperang" dengan banyak pihak, baik yang sudah berpengalaman maupun yang belum, baik yang berpendidikan maupun yang tidak. Dengan demikian, untuk memenangi perang ini disarankan perlu memiliki "senjata ampuh" untuk menaklukkan musuh-musuh.

Karena tanpa "senjata ampuh" tentu akan menderita kekalahan, dalam hal ini adalah kerugian. Dengan istilah di atas, perlu membayar "biaya sekolah main saham". Jadi sebelum pergi ke "medan perang", investasikanlah waktu untuk mempelajari "senjata" dan "medan" yang ada untuk mengalahkan "musuh" dan memperoleh kemenangan. Intinya, investasikan waktu memahami pasar modal sebelum menginvestasikan uang di Pasar Modal.

Setelah mempelajari buku ini diharapkan Anda bias menginvestasikan waktu Anda. Anda pun diharapkan dapat menjawab pertanyaan: Apakah menurut Anda analisis teknis ini layak dan pantas digunakan untuk membantu investor dalam bertransaksi di bursa saham? Dan jawaban yang kami harapkan adalah YA, PANTAS & LAYAK.




sumber : Dr. Rusdin T