/ default

Mata Kuliah Metodologi Penelitian
Materi Kuliah

Halaman : 1
Judul Penjelasan Telah di download
sebanyak
Terakhir di
download
Download
KONSEP DASAR PENELITIAN BISNIS Filsafat telah ada sejak zaman Yunani kuno, sebelum istilah filsafat (philosophy) pertama kali digunakan oleh Socrates, ada sekelompok orang yang menyebut dirinya kaum sophis (sophist) atau para cendekiawan. Kaum sophis menjadikan persepsi manusia sebagai ukuran kebenaran, hakikat dengan menggunakan pandangan atau dalil yang keliru dalam kesimpulannya. Karena itu Socrates melarang orang menyebut dirinya seorang sophis (cendekiawan) dan menyebut dirinya seorang filosof (philosophos), yaitu seorang filosofi pencinta kebijakan dan pencinta kebenaran. Guna menggantikan istilah sophistes karena menggunakan penalaran yang keliru, maka Plato memaknai filsafat sebagai suatu ilmu pengetahuan tentang kegiatan jiwa manusia. Kata filsafat dalam bahasa Indonesia, merupakan kata serapan dari bahasa Arab falsafah yang secara etimologi berasal dari bahasa Yunani Philosophia. Philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata, yaitu: Philo (philia) dan Sophia. Philo bermalna cinta, namun dalam arti yang luas, yaitu keinginan akan sesuatu, karena itu manusia berikhtiar/berusaha untuk mencapai hal yang diinginkan. Sophia sendiri dimaknai sebagai pengetahuan untuk menentukan kebijakan untuk kemaslahatan kehiudpan manusia. Pengertian filsafat menurut menurut para ahli memiliki perbedaan dalam mendefinisikan filsafat yang disebabkan oleh berbedaan konotasi filsafat dan keyakinan hidup yang dianut mereka. Perbedaan pendapat muncul juga dikarenakan perkembangan filsafat itu sendiri sehingga akhirnya menyebabkan beberapa ilmu pengetahuan memisahkan diri dari ilmu filsafat. 59 2018-04-11 12:32:11
PERMASALAHAN DAN RUANG LINGKUP PENELITIAN BISNIS Teori sosial (Social Theory) mengungkap pemaknaan atas system dari berbagai gagasan (ide) yang saling terkait, merangkum dan menyusun pengetahuan tentang dunia social dan menjelaskan cara kerjanya. Penelitian sosial atau studi sosial (social studies) sebagai bagian dari penelitian pada umumnya memiliki tanggung jawab utama membantu para peneliti untuk menemukan, menguji dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang diperlukan dalam hidup bermasyarakat. Buku ini menyadari bahwa terdapat juga pandangan lain dari para ahli terkait dengan metodologis yang bertujuan untuk membantu para peneliti supaya memiliki keterampilan yang diperlukan untuk dapat hidup berpartisipasi dalam masyarakat. Namun bagi para peneliti sosial, sepaham bahwa penelitian sosial bertujuan untuk menemukan, menguji, dan mengembangkan kompetensi dan keterampilan hidup bermasyarakat sebagai tujuan utama (its primary goal). Welton & Mallan (2005) memandang studi sosial sebagai studi gabungan, terutama dari: (1) disiplin ilmu-ilmu sosial; (2) temuan-temuan (atau pengetahuan) yang berasal dari disiplin ilmu-ilmu sosial; dan (3) proses-proses yang dilakukan oleh ilmuwan sosial dalam menghasilkan temuan atau pengetahuan itu. Secara singkat Welton dan Mallan (2005) merumuskan definisi studi sosial sebagai berikut, ...“social studies is a composite subject area based on findings and processes drawn from the social science disciplines”. Pandangan Welton dan Mallan (2005) ini merupakan gejala yang umum untuk negara-negara seperti Canada, Australia, dan Amerika. Sementara untuk beberapa negara di Eropah, disiplin ilmu-ilmu sosial masih diajarkan secara terpisah (separated). Namun sudah merupakan gejala umum pula bahwa social studies adalah program studi yang dirumuskan dan dikemas untuk disajikan di tingkat sekolah dasar dan menengah bukan untuk perguruan tinggi. Salah satu karakteristik dari definisi social studies adalah bersifat dinamis, artinya selalu berubah sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat. 34 2018-04-11 12:26:52
PERAN STATISTIKA DALAM PENELITIAN Seorang peneliti dapat memilih berbagai jenis metode dalam melakukan penelitian. Metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat dan desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus sesuai dengan metode penelitian yang dipilih. Prosedur dan/atau Instrumen (alat) yang digunakan dalam penelitian harus cocok dengan metode penelitian yang digunakan. Seorang peneliti sebelum melakukan penelitian perlu menjawab tiga pertanyaan penting yang dinilai sebagai hal yang utama, yaitu: 1. Urutan kerja apakah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian ? 2. Alat-alat atau istrumen apa saja yang digunakan dalam mengukur dan/atau mengumpulkan data ? 3. Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut? Berdasarkan pertanyaan di atas, terdapat istilah yang harus dipahami, sehingga seorang peneliti tidak gagal paham dalam memaknainya, yaitu: 1. Prosedur, merupakan urutan-urutan pekerjaaan yang harus dilakukan dalam suatu penelitian. 2. Teknik penelitian, merupakan alat/instrumen pengukur yang diperlukan dalam melaksanakan penelitian. 3. Metode penelitian, merupakan memandu peneliti bagaimana urutan penelitian dilakukan. Jenis penelitian begitu banyak ragam dan jenisnya, jika disebutkan satu persatu, karena penelitian dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat, waktu, metode, kemanfaatan praktis, dan sebagainya. 32 2018-04-11 12:26:57
KERANGKA UTAMA PENELITIAN BISNIS Sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa penelitian kuantitatif merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam penelitian ilmiah dengan metode yang menyandarkan diri pada metode ilmiah. Pendekatan ini ditetapkan mengingat data yang digunakan berupa data kuantitatif, sehingga analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif (inferensi). Metode Penelitian dengan pendekatan kuantitatif memandang bahwa suatu gejala dianggap relatif tetap, tidak berubah dalam waktu tertentu. Penelitian kuantitatif memandang gejala bebas nilai, biasanya teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap sampel yang diambil secara random, sehingga peneliti tidak ada kontak langsung dengan sumber data. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif merujuk pada pandangan Denzin dan Lincolin (2009), Creswell (2013a; 2013b), Sekaran dan Bougie (2016) bahwa metode penelitian dengan pendekatan kualitatif, merupakan bidang antar-disiplin, lintas-disiplin, dan kadang-kadang kontra-displin, penelitian berusaha untuk mengungkapkan gejala secara holistik-konstektual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Dengan demikian, penelitian dengan pendekatan kualitatif memandang bahwa tidak semua gejala dapat diamati dan diukur. Gejala yang mengandung makna tidak dapat diamati dan gejala dalam penelitian kualitatif tidak bersifat sebab-akibat (kausal), tetapi lebih bersifat reciprocal (saling mempengaruhi atau saling terkait). Hasil penelitian kualitatif tidak akan bebas nilai, karena peneliti berinteraksi dengan sumber data (Denzin dan Lincolin, 2009, Creswell 2013a; 2013b, Sekaran dan Bougie, 2016). Dengan kata lain, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang datanya adalah data kualitatif, sehingga analisisnya juga analisis kualitatif (seperti dalam penelitian deskriptif). Data kualitatif adalah data dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar. Namun data kualitatif dapat diubah menjadi data kuantitatif dengan jalan diskoring, seperti data kualitatif adalah manis, pahit, rusak, gagal, baik sekali, baik, kurang baik, tidak baik, atau sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju, selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Metode Penelitian dengan pendekatan kualitatif memandang bahwa tidak semua gejala dapat diamati dan diukur. Gejala yang mengandung makna tidak dapat diamati dan gejala dalam penelitian kualitatif tidak bersifat sebab-akibat (kausal), tetapi lebih bersifat reciprocal (saling mempengaruhi). Hasil penelitian kualitatif tidak akan bebas nilai, karena peneliti berinteraksi dengan sumber data. 35 2018-04-11 12:27:02
KRITIK TERHADAP PENELTIAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOGLOGI Ilmu apapun yang disusun, dikonsep, ditulis secara sistematis kemudian dikomunikasikan, diajarkan dan disebarluaskan baik lewat lisan maupun tulisan tidak bisa tidak, memiliki paradigma filosofii. Asumsi dasar seorang peneliti, berikut metode (proses dan prosedur) yang diikuti. Ketika filsafat baru lahir, ilmu pengetahuan masih merupakan bagian yang tak terpisahkan dari filsafat itu sendiri. Ketika itu para pemikir yang terkenal sebagai filsuf adalah juga ilmuwan. Para filsuf zaman itu juga merupakan ahli-ahli astronomi, ilmu bumi, matematika, dan sebagainya. Bagi mereka, ilmu pengetahuan adalah filsafat dan filsafat adalah ilmu pengetahuan itu sendiri. Filsafat telah membantu manusia membebaskan diri dari cara berpikir yang dikuasai oleh mitos dan mistis dan beralih kepada cara berpikir yang rasional, luas dan mendalam, jelas dan sistematis, logis, kritis, dan analitis. Karena itu, ilmu pengetahuan pun semakin tumbuh dan terus berkembang, dan menjadi dewasa. Kemudian, berbagai ilmu pengetahuan yang telah mencapai tingkat kedewasaan penuh satu demi satu mulai mandiri dan meninggalkan filsafat yang selama ini telah mendewasakan mereka. Itulah sebabnya filsafat disebut sebagai mater scientarum atau induk segala ilmu pengetahuan. Filsafat telah berperan dalam melahirkan, merawat, dan mendewasakan berbagai ilmu pengatahuan yang begitu berjasa bagi kehidupan manusia. Filsafat memang abstrak, namun tidak berarti bahwa filsafat sama sekali tidak ada hubunganya dengan kehidupan sehari-hari yang konkret. Filsafat pada hakikatnya membantu manusia dalam memahami dan menjalankan kehidupan mereka sehari-hari dengan menggunakan cara berpikir yang lebih rasional dan tidak hanya mengandalkan mitos, mistis, atau sekedar intuisi dan perasaan. Dengan belajar filsafat diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan, karena dengan bertambahnya ilmu pengetahuan akan bertambah pula cakrawala pemikiran, cakrawala pandangan yang semakin luas. Sehingga akan dapat membantu penyelesaian masalah yang selalu kita hadapi dengan cara yang lebih bijaksana. 0
Desain dan Perecanaan Penelitian Penelitian sosial merupakan penelitian yang mengkaji bidang ilmu sosial, dimana setiap fenomena atau gejala yang mengarah pada masalah manusia sebagai individu dan/atau secara simultan sebagai bagian dari kelompok yang berinteraksi. Fenomena yang dimaksud dikonseptualisasikan sebagai desain yang terstruktur, berproses, berperspektif, bertahap, sistematis, terkendali, dan kritis. Tujuan penelitian sosial tidak terlepas dari setidaknya 7 (tujuh) hal pokok, yaitu (Ragin, 1994): 1. Mengidentifikasi Pola Hubungan Sosial yang sering terjadi di Masyarakat. 2. Menguji dan Menemukan Teori. 3. Membuat Ramalan dan Prediksi. 4. Guna Menafsirkan Fenomena Budaya (Sejarah) Secara Bermakna. 5. Mengeksplorasi Keragaman Sosial. 6. Memberikan Krikik dan Kontribusi. 7. Memajukan Teori Baru. Dengan demikian, 7 (tujuah) tujuan peneltian ilmu sosial yang diajukan, dapat diringkas menjadi 3 (tiga), yaitu: (1) Menemukan sesuatu untuk diajukan sebagai teori; (2) Menguji teori yang sudah ada; dan (3) Mengembangkan teori yang sudah ada. 0
Cara Menulis Artikel Scopus *) Berbagai Cara/Teknik/Metode dalam menulis karya ilmiah, seperti metode yang paling popular, yaitu MLA, APA, dan CMS. Guna mengetahui gaya dan kapan menggunakannya dalam penulisan akademis (Karya ilmiah), bagaimana mempresentasikan informasi atau karya tulis ilmiah (secara teknis) sering dianggap sama pentingnya dengan apa yang telah kita tulis bahkan lebih penting dari karya apa yang kita ditulis. Karena dengan mengutip dari referensi materi sumber yang tepat, kita dapat menyampaikan karya penelitian kita secara luas dalam bahasa umum yang dimiliki oleh orang lain dalam disiplin yang kita tekuni. Memberi informasi kepada orang lain merupakan kesempatan untuk meninjau dan membandingkan hasil pekerjaan (penelitian) kita dengan manfaatnya sendiri, menentang teralihkannya oleh ketidakefisienan secara teknis. Seorang penulis sejatinya mengenal istilah dalam penulisan karya ilmiah berikut ini 1 2018-01-29 14:14:04

Total Data : 7 dari 7